Profil Pemain: Lionel Messi

Lionel Messi, Penerus Legenda ‘Tangan Tuhan’

Jika ada pertanyaan ‘siapa raja sepakbola dunia saat ini?’ , pilihan hanya terbagi dua antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Kedua sosok tersebut memang tidak perlu diragukan kontribusinya dalam industri sepakbola dalam satu dekade terakhir.

Mengawali karir di akademi Barcelona, Messi kini telah menjelma menjadi seorang superstar dalam dunia sepakboa. Berbagai macam gelar baik pribadi maupun bersama Barcelona telah dikoleksi pemain berjuluk La Pulga tersebut.

Masih teringat di kepala kita bagaimana sepuluh tahun lalu, ketika Lionel Messi hanya merupakan sebuah nama pemain muda di ruang ganti Barca. Berhasil masuk ke skuad utama pada usia 16 ternyata tidak membuat semuanya terasa mudah bagi Messi.

Dan 16 November 2003 merupakan hari bersejarah bagi Messi. Itu adalah saat dimana dirinya menginjakan kaki nya bersama para punggawa El Barca pada saat itu untuk yang pertama kali. Meskipun tidak berhasil membawa Barca meraih kemenangan, kesempatan tersebut merupakan cikal bakal dimulainya legenda Lionel Messi bersama Blaugrana.

Hormon Pertumbuhan Bukan Halangan Messi

Pada awal karirnya Messi sempat mengalami gangguan hormon pertumbuhan

Pada awal karirnya Messi sempat mengalami gangguan hormon pertumbuhan

Lahir di Rosario, Provinsi Santa Fe, Argentina pada 24 Juni 1987. Messi merupakan anak dari Jorge Horacio Messi dan Celia Maria Cuccittini. Jorge dan Celia pada saat itu merupakan seorang pekerja buruh pabrik dan asisten rumah tangga. Dikenalkan sepakbola sejak usia 5 tahun oleh sang ayah, Messi bergabung dengan Newell’s Old Boy pada tahun 95.

Pada masa itu, Messi bersama Newell’s dikenal sebagai ‘Mesin 87’. Dan dirinya pun berhasil membawa Newell’s Old Boy menjadi satu-satunya klub sepakbola junior di Argentina yang hanya kalah sekali dalam 4 tahun terakhir.

Memasuki tahun 2002, Messi bergabung bersama tim junior Barcelona. Dan melihat potensinya tersebut, akhirnya pelatih Frank Rijkaard memutuskan untuk membawanya ke skuad senior Barcelona. Dan berhasil mencetak rekor sebagai pemain yang mencetak gol debut dalam usia termuda sebelum akhirnya dipatahkan Bojan Krkic.

Dalam perjalanannya bersama Barceona, Messi sempat mengalami beberapa kendala. Salah satunya yaitu mini nya postur Messi membuat sang pemain mengalami kesulitan dalam memainkan bola-bola udara. Dikabarkan penyebabnya adalah karena terhambatnya hormon pertumbuhan dalam tubuh Messi.

Beruntung setelah menjalani beberapa perawatan, akhirnya Messi mulai terlihat ada perubahan. Hal tersebut pun semakin menjadi penunjang dalam sukses karirnya di Nou Camp bersama Barcelona.

Tujuh Menit Yang Mengubah Hidup Messi

Messi saat masih menjadi 'murid' Ronaldinho

Messi saat masih menjadi ‘murid’ Ronaldinho

Messi melakukan debutnya di La Liga saat Barcelona menghadapi Espanyol pada 16 Oktober 2004. Pada saat itu La Pulga dimasukkan oleh pelatih Rijkaard untuk menggantikan Deco Souza pada menit ke 83.

Kesempatan yang hanya berdurasi tujuh menit ini pun dimanfaatkan Messi untuk habis-habisan. Meski sempat minder akan kehadiran beberapa nama besar di lapangan seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o, dll. Messi tetap  mampu menunjukan performa terbaiknya.

Alhasil Lionel Messi pun berhasil mencetak gol perdananya bersama Blaugrana. Sang mentor, Ronaldinho benar-benar berhasil membimbing sang murid untuk mencetak gol lewat umpan manisnya yang berujung gol bagi Barca.

Messi yang merasa bahwa umpan Ronaldinho benar-benar ditujukan agar dirinya bisa mencetak gol tersebut pun langsung berlari ke arah Ronaldinho. Seketika Messi langsung melompat ke arah punggung sang guru sembari merayakan gol perdananya di La Liga Spanyol tersebut.

Ronaldinho memang sangat melihat potensi yang ada pada diri Messi. Bahkan saat meninggakan Barcelona untuk gabung dengan AC Milan, Dinho mewariskan jersey nomor 10 kepada La Pulga. Maestro asal Brasil tersebut mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin Lionel Messi yang menggantikan dirinya untuk menggunakan nomor 10 di Barcelona.

Senyum bahagia Ronaldo usai berhasil memenangkan trofi Ballon d'Or tahun ini

Cristiano Ronaldo : Dari ‘Arogan’ Jadi ‘Korban’

Sejak kedatangannya ke Theater of Dream, Old Trafford, citra arogan perlahan menempel ke sosok Cristiano Ronaldo. Pemain yang saat ini membela Real Madrid tersebut memang dikenal dengan karakter bermain individual. Kemampuan nya dalam mengolah dan menguasai si kulit bundar selalu menjadi andalannya saat masih berserragam Manchester United.

CR7 yang tidak lagi arogan

CR7 yang tidak lagi arogan

Tetapi semua berubah sejak melejitnya pamor Lionel Messi bersama Barcelona. Dominasi sang rival di kancah sepakbola eropa sedikit demi sedikit mulai membayangi pemain yang akrab disapa CR7 tersebut. Ditambah lagi momen kepindahannya ke Real Madrid yang membuat rivalitas antara dirinya dengan Messi memanjang menjadi antara Madrid dengan Barca.

Melihat dominasi La Pulga di tanah eropa, kesan arogan yang menempel pada diri Ronaldo pun mulai luntur. Kini sosok Ronaldo kerap dinilai masyarakat sebagai korban atas arogansi Messi buah dari prestasinya bersama Barca.

Sosok Yang Mengejar Kesempurnaan

Passion dan determinasi Cristiano Ronaldo dalam dunia sepakbola terbukti belum ada yang mampu menandinginya hingga saat ini. Bagaimana  tidak, jika kita menoleh ke belakang terhadap perjalanan karirnya, sangat terlihat bahwa sang pemain selalu mengejar kesempurnaan.

Cristiano Ronaldo saat masih berseragam Manchester United

Cristiano Ronaldo saat masih berseragam Manchester United

Sebut saja saat awal karirnya di kancah sepakbola eropa bersama Sporting Lisbon. Ronaldo yang pada saat itu berusia 12 tahun kerap kali menangis lantaran harus tinggal di mess klub, terpisah jauh dari keluarga. Namun keinginannyayang sangat kuat berhasil berbuah manis, Manchester United mengisyaratkan ketertarikan kepadanya.

Penampilan impresif Ronaldo bersama Lisbon diyakini Sir Alex Ferguson dapat memberikan warna baru dalam sepakbola Inggris. Dan ternyata naluri pelatih legendaris United tersebut tidak meleset. Bersama The Red Devils, CR7 berhasil membuktikan magis nya ke seantero Inggris bahkan eropa.

Hingga akhirnya saat ini Ronaldo berseragam Real Madrid, pemain kelahiran Madeira tersebut selalu berhasil membuktikan kepada dunia bahwa dominasi Messi belum cukup untuk menutup sinar yang dipancarkannya. Cristiano kerap dinilai menungguli sang rival dalam berbagai aspek di luar hal sepakbola. Memang saat itu Messi berhasil memenangkan beberapa gelar sebagai yang terbaik, namun Ronaldo berhasil memenangkan hati masyarakat.

Alasan Ronaldo Berhasil Memenangkan Hati Masyarakat

Sedikit menggelitik memang fakta tentang Cristiano Ronaldo yang berhasil menjadi juara di hati masyarakat di tengah dominasi Messi di eropa. Bagaimana tidak, sang pemain seakan tidak terpengaruh atas puja-puji yang membanjiri sang rival dan memilih untuk mendedikasikan dirinya 100% untuk sepakbola.

Senyum bahagia Ronaldo usai berhasil memenangkan trofi Ballon d'Or tahun ini

Senyum bahagia Ronaldo usai berhasil memenangkan trofi Ballon d’Or tahun ini

Tapi selain itu apa saja sebenarnya yang menjadi nilai plus Ronaldo di mata masyarakat? Berikut adalah alasan-alasannya:

Penghasilan di Luar Sepakbola

Di luar gajinya sebagai pemain Los Galacticos, ternyata pemain yang akrab disapa Cristiano ini juga memiliki penghasilan di luar sepakbola. Sebut saja tawaran sebagai bintang iklan baik di media cetak maupun elektronik. Sudah tentu selain menambah popularitas ini juga akan menambah pundi-pundi sang pemain di luar gajinya sebagai punggawa Madrid.

Jiwa Sosial Yang Tinggi

Siapa yang tidak ingat dengan Martunis? Anak laki-laki korban Tsunami Aceh 2006 lalu yang ditemukan selamat dari bencana alam tersebut mengenakan jersey Portugal bernomor punggung 7. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Ronaldo untuk mendarat ke Indonesia untuk menemui sang bocah dan tak segan untuk mengangkatnya sebagai anak asuh. Dan bagaimana nasib Martunis sekarang? Menurut kabar, kini bocah yang telah beranjak remaja tersebut tengah merintis karir di Sporting Lisbon, berharap bisa meneruskan jejak sang ayah angkat.

Prinsip Yang Kuat

Dedikasi pria peraih Ballon d’Or tahun ini dalam dunia sepakbola tidak perlu diragukan lagi. Dan ternyata, pemain tersebut tidak hanya memiliki prinsip yang kuat dalam hal sepakbola. Sebut saja hal kecil seperti prinsip sang pemain yang tidak ingin tubuhnya tersentuh jarum tattoo setitikpun. Alasannya? Tentu saja sang pemain tak ingin tattoo menghalangi kebiasaannya untuk mendonorkan darah. Fakta ini cukup mengejutkan mengingat kesan glamor yang kerap hinggap pada sosok pemain tersebut.