Kebersamaan Isco dan James Rodiguez

Kepastian Nasib Para Punggawa Madrid

Klub sebesar Real Madrid memang tidak pernah luput dari pemberitaan media tentang hal apapun yang bersangkutan. Termasuk juga tentang kabar masuk dan keluarnya pemain ke dan dari Santiago Bernabeu. Seperti bukan rahasia umum bahwa dalam skuad Los Blancos kini disebutkan beberapa nama yang dikabarkan akan hengkang.

Adalah Isco Alarcon dan James Rodriguez, dua sosok playmaker muda nan kreatif di skuad Los Merengues. Kedua nama ini memang kerap diberitakan akan segera meninggalkan Bernabeu dalam waktu dekat. Penyebabnya apalagi kalau bukan kurangnya kesempatan bermain di skuad reguler.

Yang membuat semua ini menjadi berat bagi El Real adalah, kedua pemain tersebut kerap menjadi penyelamat tim dalam momen krusial. Contohnya saja Isco yang sukses mengawali pesta gol Madrid beberapa waktu lalu dan juga James yang berhasil mencetak gol penyeimbang dalam laga El Clasico kemarin.

Tentu saja ini membuat publik semakin bertanya-tanya akan kepastian nasib kedua pemain tersebut di Santiago Bernabeu. Banyak pihak yang optimis bahwa klub akan mempertahankan pemain-pemain tersebut. Namun melihat dari psikologis pemain, banyak juga yang meragukan kedua nama tersebut akan bertahan di Madrid.

Madrid Perpanjang Kontrak  Isco

Perfrorma gemilang Isco berujung pada perpanjangan kontrak hingga 2022

Perfrorma gemilang Isco berujung pada perpanjangan kontrak hingga 2022

 

Isco boleh saja bernafas lega, pasalnya kini dirinya telah ditawarkan kontrak baru oleh Real Madrid. Ini merupakan keputusan yang cukup melegakan mengingat nasib Isco akhir-akhir ini di Santiago Bernabeu masih mengambang. Menurut kabar yang beredar, Madrid menawarkan Isco kontrak baru hingga 2022 mendatang.

Perpanjangan kontrak baru Isco ini bisa dibilang sebagai reward atas penampilan impresif yang ditampilkan Isco untuk tim. Pemain kelahiran tahun 1992 tersebut sejauh ini telah berhasil membuktikan bahwa dirinya layak untuk dipertahankan klub setelah kerap menjadi sosok vital bagi kemenangan Los Blancos.

Berdasarkan kabar yang beredar, Isco akan menerima gaji sebesar 6 juta euro atau senilai Rp 87,18 miliar per tahun untuk kontrak barunya nanti. Memang gelandang berusia 25 tahun tersebut diharapkan bisa menjadi penerus Luka Modric yang usianya kini bisa dikatakan sudah tidak lagi muda.

Madrid Pilih Isco, James Gigit Jari

James Rodriguez hampir dipastikan akan hengkang dari Santiago Bernabeu musim depan

James Rodriguez hampir dipastikan akan hengkang dari Santiago Bernabeu musim depan

 

Lain Isco, berbeda pula nasib James Rodriguez. Pemain tim nasional Kolombia tersebut memang kerap dikabarkan akan segera meninggalkan Santiago Bernabeu. Hal ini sangat jelas terlihat dari semakin jarangnya James bermain sebagai starter untuk Real Madrid. Meskipun memiliki masalah yang sama, Isco dan James kini memiliki nasib yang berbeda.

Klub telah memutuskan untuk memperpanjang kontrak Isco tetap bersama Real Madrid hingga 2022. Hal ini tentu membuat James Rodriguez disarankan untuk segera berkemas meninggalkan Santiago Bernabeu. Banyak yang memprediksikan bahwa Real Madrid tidak akan lagi mempekerjakan James pada musim depan.

Real Madrid dikabarkan lebih memilih untuk mempertahankan Isco dan Marco Asensio daripada playmaker asal Kolombia tersebut. Sebab kedua pemain tersebut disinyalir akan menjadi penerus vital di kubu Madrid. Isco diprediksi untuk menggantikan Modric, sementara Asensio memiliki peluang untuk menggeser peran Bale.

Menyikapi kepastian nasibnya musim depan, James Rodriguez diminta untuk menyortir klub-klub yang berminat untuk menampungnya jika akhirnya hengkang dari Real Madrid. Sebab menurut kabar kini telah banyak raksasa Inggris dan Italia sudah mengambil ancang-ancang untuk mendapatkankan tanda tangan James musim depan.

Profil Pemain: Lionel Messi

Berita Bola Lionel Messi, Penerus Legenda ‘Tangan Tuhan’

La Blogosfera Hispana: Pioneros de La Cultura Digital – Jika ada pertanyaan ‘siapa raja sepakbola dunia saat ini?’ , pilihan hanya terbagi dua antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Kedua sosok tersebut memang tidak perlu diragukan kontribusinya dalam industri sepakbola dalam satu dekade terakhir.

Mengawali karir di akademi Barcelona, Messi kini telah menjelma menjadi seorang superstar dalam dunia sepakboa. Berbagai macam gelar baik pribadi maupun bersama Barcelona telah dikoleksi pemain berjuluk La Pulga tersebut.

Masih teringat di kepala kita bagaimana sepuluh tahun lalu, ketika Lionel Messi hanya merupakan sebuah nama pemain muda di ruang ganti Barca. Berhasil masuk ke skuad utama pada usia 16 ternyata tidak membuat semuanya terasa mudah bagi Messi.

Dan 16 November 2003 merupakan hari bersejarah bagi Messi. Itu adalah saat dimana dirinya menginjakan kaki nya bersama para punggawa El Barca pada saat itu untuk yang pertama kali. Meskipun tidak berhasil membawa Barca meraih kemenangan, kesempatan tersebut merupakan cikal bakal dimulainya legenda Lionel Messi bersama Blaugrana.

Hormon Pertumbuhan Bukan Halangan Messi

Pada awal karirnya Messi sempat mengalami gangguan hormon pertumbuhan

Pada awal karirnya dikutip dari sumber resmi berita bola SUNDUL.COM Messi sempat mengalami gangguan hormon pertumbuhan

Lahir di Rosario, Provinsi Santa Fe, Argentina pada 24 Juni 1987. Messi merupakan anak dari Jorge Horacio Messi dan Celia Maria Cuccittini. Jorge dan Celia pada saat itu merupakan seorang pekerja buruh pabrik dan asisten rumah tangga. Dikenalkan sepakbola sejak usia 5 tahun oleh sang ayah, Messi bergabung dengan Newell’s Old Boy pada tahun 95.

Pada masa itu, Messi bersama Newell’s dikenal sebagai ‘Mesin 87’. Dan dirinya pun berhasil membawa Newell’s Old Boy menjadi satu-satunya klub sepakbola junior di Argentina yang hanya kalah sekali dalam 4 tahun terakhir.

Memasuki tahun 2002, Messi bergabung bersama tim junior Barcelona. Dan melihat potensinya tersebut, akhirnya pelatih Frank Rijkaard memutuskan untuk membawanya ke skuad senior Barcelona. Dan berhasil mencetak rekor sebagai pemain yang mencetak gol debut dalam usia termuda sebelum akhirnya dipatahkan Bojan Krkic.

Statistik Messi 2016-2017

Berita Bola Barcelona Messi Statistik 2016-2017

Lionel Messi Statistik 2016-2017

Dalam perjalanannya bersama Barcelona, Messi sempat mengalami beberapa kendala. Salah satunya yaitu mini nya postur Messi membuat sang pemain mengalami kesulitan dalam memainkan bola-bola udara. Dikabarkan penyebabnya adalah karena terhambatnya hormon pertumbuhan dalam tubuh Messi.

Beruntung setelah menjalani beberapa perawatan, akhirnya Messi mulai terlihat ada perubahan. Hal tersebut pun semakin menjadi penunjang dalam sukses karirnya di Nou Camp bersama Barcelona.

Berita Sepak bola Tujuh Menit Yang Mengubah Hidup Messi

Messi saat masih menjadi 'murid' Ronaldinho

Berita bola terkini Messi saat masih menjadi ‘murid’ Ronaldinho

Messi melakukan debutnya di La Liga saat Barcelona menghadapi Espanyol pada 16 Oktober 2004. Pada saat itu La Pulga dimasukkan oleh pelatih Rijkaard untuk menggantikan Deco Souza pada menit ke 83.

Kesempatan yang hanya berdurasi tujuh menit ini pun dimanfaatkan Messi untuk habis-habisan. Meski sempat minder akan kehadiran beberapa nama besar di lapangan seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o, dll. Messi tetap  mampu menunjukan performa terbaiknya.

Alhasil Lionel Messi pun berhasil mencetak gol perdananya bersama Blaugrana. Sang mentor, Ronaldinho benar-benar berhasil membimbing sang murid untuk mencetak gol lewat umpan manisnya yang berujung gol bagi Barca.

Messi yang merasa bahwa umpan Ronaldinho benar-benar ditujukan agar dirinya bisa mencetak gol tersebut pun langsung berlari ke arah Ronaldinho. Seketika Messi langsung melompat ke arah punggung sang guru sembari merayakan gol perdananya di La Liga Spanyol tersebut.

Ronaldinho memang sangat melihat potensi yang ada pada diri Messi. Bahkan saat meninggakan Barcelona untuk gabung dengan AC Milan, Dinho mewariskan jersey nomor 10 kepada La Pulga. Maestro asal Brasil tersebut mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin Lionel Messi yang menggantikan dirinya untuk menggunakan nomor 10 di Barcelona.

Barcelona

Barcelona Tempel Ketat Real Madrid di Puncak Klasemen

La blogosfera Hispana: Pioneros de la cultura Digital – Barcelona mampu meraih kemenangan dengan skor yang sangat meyakinkan 0-6 kala bertandang ke Estadio de Mendizorroza, markas Deportivo Alaves pada pekan ke 22 La Liga Spanyol yang berlangsung pada akhir pekan lalu.

Barcelona

Barcelona tempel ketat Real Madrid di puncak klasemen

Dengan kemenangan tersebut, El Barca terus menempel ketat sang pemuncak klasemen yang masih di pegang oleh sang rival abadi mereka Real Madrid.

Kini, Blaugrana telah mengantongi 48 poin dari catatan 14 meraih kemenangan, enam laga harus berakhir dengan skor imbang dan menelan dua kekalahan.

Dimana dua pil pahit tersebut dirasakan justru ketika melawan tim yang notabane merupakan klub kecil, yakni Celta de Vigo dan Deportivo Alaves. Sehingga, hanya tinggal terpaut satu angka dari Los Blancos.

Namun, selisih poin tersebut masih dapat bertambah, lantaran El Real masih memiliki dua tabungan laga tandang yang belum mereka lakoni, yakni laga melawan Valencia yang seharusnya dihelat pada bulan Desember 2016 lalu dan pertandingan melawan Celta de Vigo pada pekan ke 21 lalu.

Sehingga, apabila Cristiano Ronaldo CS mampu membawa pulang poin penuh di dua pertandingan tandang tersebut, maka selisih poin antara Real Madrid dengan Barcelona menjadi tujuh angka.

Tetapi, posisi Barca yang berada di urutan kedua tidaklah aman. Pasalnya, Sevilla terus menghantui dengan selisih hanya dua poin saja. Dengan begitu, apabila Lionel Messi dkk pada laga selanjutnya menelan kekalahan dan Sevillistas mampu meraih kemenangan, secara otomatis posisinya akan bertukar.

Atletico Madrid sementara waktu harus puas duduk di peringkat keempat dengan mengantongi 42 angka. Disusul oleh Real Sociedad dengan perolehan 41 angka dan Villarreal menutup zona Eropa dengan jumlah angka sebanyak 36 poin.

Sementara di zona degradasi ditempati oleh Sporting Gijon yang hanya memperoleh 16 angka dan Granada di posisi berikutnya dengan 13 poin serta di posisi juru kunci di klaim Osasuna, yang mampu mengumpulkan angka sebanyak 10 poin.

Luis Suarez Yakin Mampu Kejar Real Madrid

Pada akhir pekan lalu, Barcelona secara perkasa mempermalukan Deportivo Alaves di depan para pendukungnya sendiri dengan skor telak 0-6. Kemenangan tersebut membuat jarak dengan sang pemuncak klasemen Real Madrid, kini hanya menjadi satu angka.

Luis Suarez

Luis Suarez optimis bahwa timnya akan mampu mengejar ketertinggalan poin dari Real Madrid

Hal tersebut membuat sang striker Luis Suarez merasa yakin bahwa timnya akan mampu mengejar ketertinggalan poin dari sang rival abadi.

“Kami adalah juara bertahan. Sehingga, keinginan kami adalah berusaha keras untuk mempertahankan gelar juara pada musim lalu. Kami merasa optimis bahwa kami akan mampu mengejar selisih poin dengan mereka (Real Madrid),” ujar pemain berkebangsaan Uruguay.

Lebih lanjut, mantan penyerang Liverpool tersebut menambahkan bahwa timnya akan berusaha keras untuk memaksimalkan perolehan poin di setiap pertandingan kedepannya,

“Tentu untuk mengejar ketertinggalan poin, maka kami akan berusaha keras di setiap laga untuk meraih poin maksimal. Dengan berharap mereka (Los Blancos) menelan kekalahan,” tutup penyerang yang pada pekan sebelumnya mampu mencetak dua gol dan berkonstribusi dua assist.

Luis Enrique: Kami Akan Berusaha Mempertahakan Gelar Juara

Pelatih Barcelona, Luis Enrique berjanji bahwa dirinya akan berusaha keras untuk mempertahankan trofi yang pada musim lalu mereka berhasil raih.

Luis Enrique

Luis Enrique yakin bahwa timnya akan mampu mempertahankan trofi La Liga

“Sebagai juara bertahan, tentunya kami akan bekerja keras demi memperjuangkan gelar yang telah susah payah kami raih pada musim sebelumnya. Terlebih, kami sudah memastikan satu langkah di partai final Copa del Rey,”

“Maka konsentrasi kami saat ini adalah La Liga dan Liga Champions. Kedua kejuaraan tersebut akan kami maksimalkan,” ujar pelatih asal Spanyol.

Real Betis vs Valencia

Real Betis vs Valencia, Putus Tren Negatif

Laga antara Real Betis melawan Valencia akan tersaji dalam lanjutan matchday 22 La Liga Spanyol. Pertandingan yang akan dilangsungkan di Estadio Benito Villamarín, Sevilla tersebut dihelat pada tanggal 11 Februari 2017. Kemenangan mutlak harus diraih masing-masing tim, guna memutus tren negatif.

Real Betis vs Valencia

Laga Real Betis melawan Valencia akan tersaji pada akhir pekan nanti

Pasalnya, dalam pertandingan terakhir, baik Béticos del Universo maupun Los Che Els taronja sama-sama tidak mampu memetik kemenangan.

Real Betis pada pekan sebelumnya secara perkasa mampu menahan imbang sang juara bertahan, Barcelona dengan skor akhir 1-1. Bahkan, tim tuan rumah hampir saja memetik poin sempurna , andai saja Luis Suarez tidak mencetak gol di masa injury time.

Dengan hanya tambahan satu poin tersebut, tim asuhan Víctor Sánchez sejauh ini hanya mengantongi poin sebanyak 23 angka dan menduduki posisi ke 13. Terpaut empat angka dari Deportivo Alaves yang berada satu tingkat diatasnya dan hanya berselisih satu poin dengan Malaga yang menempel di urutan ke 14.

Begitu pula dengan Valencia yang justru harus menelan kekalahan telak 0-4 atas Eibar. Padahal, laga tersebut dihelat di markas mereka sendiri dengan dukungan penuh para supporter yang hadir memadati seisi stadion.

Kekalahan memalukan tersebut memperpanjang tren negatif mereka dalam dua pertandingan terakhir. Pasalnya, di laga sebelumnya juga menelan pil pahit 3-1 atas Las Palmas.

Kini, posisi tim arahan Voro harus puas di urutan ke 16 dengan hanya perolehan poin yang sama dengan Deportivo La Coruna satu tingkat diatasnya yakni sebesar 19 poin. Berselisih cukup dekat dengan zona degradasi yaitu berjarak lima angka dari Sporting Gijón.

Sehingga, kedua tim akan sama-sama mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka, sekaligus memutus tren negatif dalam beberapa pertandingan terakhir yang telah dilakoni masing-masing tim.

Víctor Sánchez Optimis Raih Kemenangan

Meskipun dalam dua pertandingan terakhir Real Betis tidak mampu meraih poin penuh, namun rasa optimis sang manajer Víctor Sánchez untuk melakoni laga melawan Valencia pada akhir pekan nanti sangatlah tinggi. Ia yakin bahwa timnya akan meraih kemenangan.

Víctor Sánchez

Víctor Sánchez optimis akan memutus tren negatif dengan meraih kemenangan melawan Valencia

“Pekan lalu, kami berhasil menahan sang juara bertahan. Bahkan, kami hampir saja meraih kemenangan, namun kami kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir dan harus membayar dengan hanya meraih satu poin,”

“Kepercayaan diri para pemain saat ini juga sedang naik. Sehingga saya merasa optimis pada pekan depan saat kami melawan Valencia, kami akan mampu mengalahkan mereka dan mengantongi poin penuh.”

“Terlebih, kami bermain di depan para support yang selalu setia mendukung kami. Dengan meraih angka maksimal, kami dapat memperbaiki posisi di tangga klasemen dan semakin menjauhkan dari zona degradasi,” ujar pelatih asal Spanyol.

Voro: Kami Siap Pulang Dengan Poin Maksimal

Sementara disisi lain, pelatih Valencia Voro mengaku bahwa timnya telah siap untuk meladeni perlawanan Real Betis pada akhir pekan nanti. Meskipun harus bertandang ke markas lawan, manajer berkebangsaan Spanyol tersebut merasa yakin bahwa timnya akan membawa pulang poin maksimal.

Voro

Voro yakin bahwa timnya akan mampu membawa pulang poin penuh dari markas Real Betis

“Dalam dua pertandingan sebelumnya, kami harus menelan kekalahan dengan skor yang cukup telak. Bahkan di pekan lalu, kami harus membuat para pendukung yang datang ke stadion kecewa,”

“Untuk menembus kekecewaan tersebut, maka kami akan siap membawa pulang poin penuh kala bertandang ke markas Real Betis. Saya yakin, bahwa para pemain kami akan tampil dengan kualitas terbaik,”

“Dengan begitu, raihan tiga poin dapat kami bawa pulang dan sekaligus menjauhkan dari zona degradasi,” ujar Voro.

Alexander Lacazatte

Aulas: Buka Peluang Bagi Lacazatte Hengkang Dari Lyon

Presiden Lyon yang bernama Jean-Michel Aulas mengatakan tidak akan menghentikan langkah Alexander Lacazatte untuk bermain di klub lain.

Pemain asal Perancis itu sering dikaitkan dengan kepindahannya ke raksasa Eropa, sang pemain pun mengatakan bahwa dirinya ingin bermain untuk tim juara di La Liga Barcelona setelah dirinya mengkonfirmasikan ingin hengkang dari Lyon pada akhir musim ini.

Yang pada sebelumnya Lyon telah memberikan penolakan atas tawaran dari Arsenal pada bulan Agustus silam. Namun, Aulas menegaskan untuk pemainnya tersebut akan dikabulkan keingiannnya untuk bermain di klub lain.

Pemain berusia 25 tahun itu saat ini sudah bermain sebanyak 19 kali bersama Olimpique Lyon dengan mencetak gol sebanyak 18 kali.

Alexander Lacazatte

Lacazette pemain mesin gol bagi lyon

Presiden Lyon Siap Kabulkan Permintaan Lacazatte

“Jika memang ada kesempatan, tentu saja saya akan mengizinkan Lacazatte untuk bermain bersama klub lain. Seperti yang sudah-sudah, Sam Umtiti dan Abi Eric Abidal yang bermain untuk Barcelona atau Karim Benzema yang memilih untuk bergabung dengan Real Madrid dan kemudian Ludo Giuly yang bermain bersama Monako. Dari semua pemain tersebut telah meninggalkan klub, kenapa tidak?,” ucap Aulas kepada media setempat.

“Alex memang memiliki niat untuk bermain bersama klub besar eropa, dan pihak Lyon pun siap mengkabulkan permintaannya. Dengan itu kami merasa sejalan dengannya.”

Dimana Alexander Lacazatte telah banyak membantu tim ini untuk bisa berada di posisi ke empat di kompetisi Ligue 1. Dalam perjalalanan Lyon musim ini, sudah bermain sebanyak 24 pertandingan diantaranya 17 kali meraih kemenangan, bermain imbang empat kali.

Lyon Merestui Lacazette Untuk Bergabung ke Barcelona

Alexander-Lacazatte-Lyon

Lacazatte terlihat tidak betah di Lyon

Jean-Michel Aulas selaku presiden di Lyon ingin meyatakan jika pihak klub tidak sekalipun berniat untuk menghentikan langkah pemainnya yang bernama Alexander Lacazette untuk meninggalkan klub di musim panas.

Pemain berusia 25 tahun itu memang kerap dikaitkan oleh beberapa klub ternama di Eropa untuk memakai jasanya pada tahun lalu. Dimana klub yang berasal dari Inggris seperti Arsenal dan Liverpool, termasuk juga klub dari Spanyol yaitu Barcelona untuk memilikinya.

Lacazette sendiri pun juga mengatakan keinginannya untuk hengakang dari Lyon dan akan memilih Barcelona untuk memperkuat tim asuhan Luis Enrique. Sang pemain pun berencana akan hengkang dari klub pada akhir musim, jika tim Catalan itu masih memiliki minat kepadanya.

“Jika memang memiliki kesempatan, pastinya dia akan memilih untuk pergi dalam mengembangkan dirinya di klub lain. Seperti yang pernah dilakukan oleh pemain lainnya yang bermain di Barcelona Samuel Umititi dan Eric Abidal atau di Real Madrid dimana Karim Benzema lebih memilih untuk mencoba berkarir di Spanyol, atau yang baru saja ini Ludovic Giuly yang berkeinginan untuk memperkuat Monako.”

“Saya pikir, kenapa tidak untuk Lacazette yang ingin bermain bersama klub top dan pihak klub pun tidak merasa keberatan.”

Maka dari itu kami sangat berterima kasih oleh Alexander Lacazette, jika dia memang benar-benar ingin hengkang dari klub. Dimana pemain tersebut telah banyak membantu tim sampai musim ini yang berada di posisi ke empat di ajang Ligue. Dan dia pun juga telah menyumbangkan 18 gol dari 17 laga yang sudah dilakoninya.

Pihak klub akan terus memberikan dukungan kepada Lacazette untuk bisa sukses bersama Barcelona, yang sempat dimanti pada tahun lalu. Dengan itu dirinya bisa menjadi penerus bagi klub ini yang ingin berkarir bersama klub lain mencari sebuah peruntungan dan gelar eropa lainnya.

 

Granada vs Las Palmas, Mutlak Poin Maksimal

Pekan ke 21 La Liga Spanyol akan ditutup dengan laga antara Granada melawan Las Palmas. Pertandingan yang dihelat di Estadio Nuevo Los Cármenes tersebut berlangsung pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 02.45. Tentu, poin maksimal mutlak harus diraih oleh masing-masing tim untuk memperbaiki posisi mereka di tangga klasemen.

Granada vs Las Palmas

Granada akan menghadapi perlawanan sengit Las Palmas dalam lanjutan La Liga Spanyol pekan ke 21

Granada hingga matchday ke 20 masih tertahan di dasar klasemen dengan hanya memperoleh 10 poin saja. Jumlah angka tersebut juga sama dengan Osasuna yang berada diatasnya. Dengan rincian, menelan 12 kekalahan, tujuh hasil imbang dan hanya meraih satu kemenangan saja.

Bahkan, sejak tanggal 10 Desember 2016 lalu tim asuhan Lucas Alcaraz belum pernah kembali meraih hasil maksimal. Tujuh laga harus berakhir dengan catatan dua hasil imbang dan lima kali menelan pil pahit.

Terakhir kalinya El Graná mampu meraih kemenangan kala berhadapan melawan Sevilla pada pekan ke 14, awal bulan Desember 2016 silam.

Untuk keluar dari zona degradasi, Granada membutuhkan delapan poin untuk menggambil tempat Leganes yang merupakan tim promosi di urutan ke-17. Sehingga, kemenangan mutlak harus diraih ketika berhadapan Los Amarillos pada Selasa dinihari nanti.

Selain untuk memperbaiki posisi di tangga klasemen sementara, tetapi juga sekaligus memutus tren negatif sejauh ini.

Sementara dari kubu tamu, Las Palmas hingga kini masih bertahan di urutan ke-11 dengan mengantongi 28 angka. Berselisih dua poin saja dari Celta de Vigo di posisi kesepuluh dan berjarak satu poin dari Deportivo Alaves dibawahnya.

Dengan begitu, kemenangan juga mutlak harus diraih oleh tim arahan Quique Setién pada laga nanti. Sehingga, posisi secara otomatis mampu masuk ke sepuluh besar dengan menggeser Los Celestes.

Lucas Alcaraz Berharap Timnya Mampu Memutus Tren Negatif

Granada akan menghadapi perlawanan Las Palmas dalam lanjutan matchday 21 Divisi Primera Spanyol pada hari Selasa dinihari nanti. Sang manajer, Lucas Alcaraz berharap bahwa timnya akan mampu meraih kemenangan demi memutus tren negatif sejak bulan Desember lalu.

Lucas Alcaraz

Lucas Alcaraz berharap timnya mengeluarkan penampilan terbaiknya demi memutus tren negatif

Rojiblancos horizontales sejak pertengahan Desember tahun lalu belum pernah kembali meraup poin penuh. Terakhir kalinya sukses mengalahkan tim yakni ketika melawan Sevilla dengan skor tipis 2-1 di depan para pendukung sendiri.

“Saya memiliki tekad untuk meraih kemenangan dan memutus tren negatif pada pertandingan nanti. Sehingga, untuk mewujudkan hal tersebut, saya berharap para pemain mampu menampilkan performa terbaiknya,”

“Dengan mengerahkan kemampuan yang dimiliki, saya rasa kami akan mampu memaksimalkan laga nanti. Terlebih, kami bermain di depan para fans yang selalu setia memberikan dukungan. Hal tersebut menjadi motivasi tinggi bagi kami,”

“Kami terus berusaha keras untuk segera keluar dari keterpurukan ini. Kami harus harus finis dan terhindar dari zona degradasi di akhir musim nanti. Peluang tersebut masih sangat terbuka untuk kami,” ujar pelatih asal Spanyol.

Quique Setié: Kami Akan Pulang Dengan Poin Maksimal

Sementara disisi lain, pelatih Las Palmas, Quique Setién merasa yakin bahwa timnya akan mampu mengalahkan Granada meskipun bermain sebagai tim tamu dan membawa pulang poin penuh.

Quique Setié

Quique Setié berharap mencuri poin penuh di markas Granada

“Dengan bekal kemenangan pada pekan lalu, saya rasa bahwa kami akan mampu memberikan kekalahan, walaupun kami bermain di kandang mereka. Kami akan membawa pulang poin penuh,”

“Dengan tambahan poin maksimal nanti, maka posisi kami di tangga klasemen akan semakin membaik. Berharap, kami mampu finish di urutan keenam di akhir musim nanti, agar dapat bermain di kancah Eropa pada musim depan,” ujar Quique.

Real Madrid

Real Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Hingga memasuki pekan ke 21 La Liga Spanyol pada akhir pekan nanti, Real Madrid masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 46 poin. Dengan catatan, 14 meraih hasil kemenangan, empat kali imbang dan hanya menelan satu kekalahan saja.

Real Madrid

Real Madrid masih kokoh di puncak klasemen sementara La Liga Spanyol

Dimana satu-satunya kegagalan pasukan Los Merengues dialami ketika bertandang Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, markas Sevilla. Laga dalam lanjutan matchday ke 18 tersebut, tim tuan rumah mampu menaklukkan tim asuhan Zinedine Zidane dengan skor tipis 2-1.

Padahal laga yang dihelat pada tanggal 16 Januari 2017 lalu, El Real mampu sempat unggul terlebih dahulu melalui kaki sang megabintang Cristiano Ronaldo. Namun, kapten tim Sergio Ramos justru membuat gol bunuh diri. Gol kemenangan sendiri diciptakan oleh Jovetic di menit-menit akhir pertandingan.

Los Blancos baru menjalani 19 partai sejauh ini. Satu pertandingan yang belum dimainkan yakni melawan Valencia di pekan ke 16. Pasalnya, Real Madrid harus mengikuti kejuaraan Piala Dunia Antarklub di Qatar pada bulan Desember 2016 lalu, yang dimana berakhir dengan meraih trofi.

Dengan demikian, jarak dengan Barcelona yang saat ini hanya terpaut empat angka saja di urutan kedua, kemungkinan dapat bertambah. Tentu dengan syarat bahwa Gareth Bale CS mampu meraih kemenangan di markas Los Che Els taronja.

Sementara di urutan ketiga ditempati oleh satu-satunya tim yang mampu memberikan kekalahan bagi tim arahan Zidane sejauh ini, yaitu Sevilla dengan perolehan poin yang juga dimiliki oleh Los Cules, yakni 42 poin.

Rival sekota Real Madrid, Atletico Madrid sementara ini harus puas duduk di urutan keempat dengan mengoleksi 36 poin. Real Sociedad berada dibawahnya dengan selisih poin hanya satu poin dan Villareal melengkapi zona Eropa dengan raihan 34 angka.

Sedangkan di zona degradasi, sejauh ini diklaim oleh Sporting Gijon yang hanya mampu mengantongi angka sebanyak 13 poin. Disusul Osasuna dan Granada yang memiliki poin sama yaitu 10 poin,

Zidane Optimis Mampu Pertahankan Posisi Klasemen Hingga Akhir Musim

Real Madrid belum tergoyahkan di posisi pertama dengan terpaut empat angka dibelakang sang rival abadi Barcelona. Hal tersebut membuat sang pelatih, Zidane memiliki keyakinan bahwa timnya akan mampu mempertahankan posisi sebagai pemuncak klasemen hingga akhir musim mendatang.

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane merasa optimis akan mampu mempertahankan posisi pertama di klasemen hingga akhir musim

“Skuat tim kami dipenuhi oleh para pemain yang hebat dan siap untuk dimainkan kapan saja. Sehingga, saya rasa bahwa posisi puncak klasemen ini akan bertahan hingga musim berakhir,”

“Dengan begitu, kami tetap dapat memperoleh trofi domestik di tahun ini. Mengingat laga pada tengah pekan kemarin, tim kami harus gugur di kancah Copa del Rey. Kami juga masih memiliki peluang besar untuk mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions di musim ini,”

“Kami pun terus memperbaiki performa kami di setiap pertandingan. Karena kami tahu bahwa lawan akan mengerahkan kemampuan sekuat tenaga untuk mengalahkan kami. Jadi, kami tak ingin memberikan kemenangan untuk tim lawan,” ujar manajer asal Prancis.

Cristiano Ronaldo: Juara Adalah Target Kami

Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa juara La Liga Spanyol maupun UCL merupakan target utama timnya. Sejauh ini, El Real masih kokoh di puncak klasemen dan begitu pula di kancah Liga Champions sukses melaju ke babak perempat final.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo yakin timnya akan mampu meraih gelar juara di akhir musim nanti

“Target kami adalah untuk kembali juara. Saat ini, kami berada di posisi teratas dalam klasemen. Terpaut cukup aman dari pesaing terdekat,”

“Begitu juga dengan Liga Champions, dimana pada musim lalu kami berhasil menjadi juara. Jadi, target kami selanjutnya adalah untuk mempertahankan trofi tersebut,” ujar pemain yang berhasil membawa tim Nasional Portugal menjuarai UERO 2016 lalu untuk pertama kalinya.

Barcelona vs Athletic Club

Barcelona vs Athletic Club, Lanjutkan Tren Kemenangan

Barcelona menghadapi ujian yang cukup berat untuk terus mengusung misi menempel sang rival abadi Real Madrid di tangga klasemen. Pasalnya, pada pekan ke 21 La Liga Spanyol nanti, Blaugrana akan menghadapi Athletic Club.

Barcelona vs Athletic Club

Barcelona akan menjamu Athletic Club pada lanjutan matchday ke 21 La Liga Spanyol

 

Laga itu sendiri akan dilangsungkan di Camp Nou pada tanggal 4 Februari 2017 mendatang dan pertandingan dimulai pada pukul 22.15 WIB.

Hingga matchday 20, El Barca masih duduk di urutan kedua dengan memperoleh poin sebanyak 42 angka. Dengan catatan, 12 hasil sempurna, enam kali meraih imbang dan harus menelan kekalahan sebanyak dua kali.

Dimana kedua kekalahan tersebut diraih justru ketika melawan tim yang notabenenye klub kecil atau dengan kata lain mudah dikalahkan. Saat melawan Deportivo Alaves di markas sendiri, Messi CS takluk 1-2 dan bertandang ke markas Celta de Vigo dengan skor akhir 4-3.

Perolehan 42 poin Barca tersebut terpaut empat angka dari Los Blancos yang masih kokoh di puncak klasemen. Namun, selisih poin itu masih dapat bertambah.

Pasalnya, Cristiano Ronaldo CS masih mengantongi satu laga kala melawan Valencia pada pekan ke 16 Divisi Primera, yang harus tertunda lantaran tim asuhan Zidane melakoni laga di kancah kejuaraan Piala Dunia Antarklub di Dubai pada akhir bulan Desember 2016 lalu.

Sementara Los Leones, hingga kini masih menduduki urutan ketujuh dengan raihan 32 angka. Terpaut dua poin dari Villareal yang berada satu tingkat diatasnya, yang juga merupakan batas minimal zona Eropa (UEFA Europa League) dan berselisih empat angka saja untuk masuk ke zona Liga Champions yang saat ini diduduki oleh Atletico Madrid.

Laga antara Barcelona melawan Athletic Club tentu akan berjalan dengan sengit. Meskipun tim tuan rumah akan mendominasi jalannya pertandingan, namun tim tamu akan melakukan serangan balik cepat ke lini pertahanan.

Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi memperbaiki posisi di tangga klasemen. Terlebih, pada laga akhir pekan lalu, keduanya mampu meraup poin maksimal.

Luis Enrique Optimis Meraih Kemenangan

Pelatih Barcelona Luis Enrique mengungkapkan bahwa dirinya merasa yakin akan mampu memetik kemenangan di depan para pendukungnya sendiri kala menghadapi perlawanan dari Athletic Club di akhir pekan nanti.

Luis Enrique

Luis Enrique optimis dapat memetik kemenangan dan terus menempel ketat Real Madrid di tangga klasemen

 

Dengan meraih kemenangan dan mendapatkan tambahan poin maksimal, tentu Barca akan terus menempel ketat Real Madrid di posisi teratas.

“Saya merasa optimis bahwa kami akan mampu mengalahkan mereka (Athletic Club) pada akhir pekan nanti. Apalagi, laga dimainkan di markas kami yang tentu akan dipenuhi oleh para fans dengan dukungan penuh mereka,”

“Namun saya tetap mewaspadai serangan balik lawan, demi terhindar dari kebobolan dan tentu saja kekalahan. Terlebih, mereka datang dengan modal kepercayaan diri yang tinggi, menyusul pada akhir lalu meraih kemenangan,”

“Berharap, kami dapat mengontrol jalannya laga dan mampu memaksimalkan semua peluang yang tercipta. Sehingga, kami terus membuka asa untuk mempertahankan gelar juara,” ungkap pelatih asal Spanyol.

Ernesto Valverde: Kami Siap Mencuri Poin di Markas Barca

Sementara itu, manajer Athletic Club Ernesto Valverde menyatakan bahwa timnya telah siap untuk mencuri poin penuh di markas Barcelona. “Saya rasa, kami akan mampu mengalahkan mereka (Barca), walaupun kami bermain di kandang mereka.”

Ernesto Valverde

Ernesto Valverde yakin timnya akan mampu mencuri poin di markas Barcelona

 

“Kami datang dengan modal kemenangan pada akhir pekan lalu. Jadi, tingkat kepercayaan diri para pemain kami sangat tinggi. Sehingga, tekad untuk meraih kemenangan akan dapat terwujud,”

“Dengan begitu, posisi kami di tangga klasemen akan semakin membaik dan dapat finis setidaknya di zona Eropa,” ujar Valverde.

Senyum bahagia Ronaldo usai berhasil memenangkan trofi Ballon d'Or tahun ini

Cristiano Ronaldo : Dari ‘Arogan’ Jadi ‘Korban’

Sejak kedatangannya ke Theater of Dream, Old Trafford, citra arogan perlahan menempel ke sosok Cristiano Ronaldo. Pemain yang saat ini membela Real Madrid tersebut memang dikenal dengan karakter bermain individual. Kemampuan nya dalam mengolah dan menguasai si kulit bundar selalu menjadi andalannya saat masih berserragam Manchester United.

CR7 yang tidak lagi arogan

CR7 yang tidak lagi arogan

Tetapi semua berubah sejak melejitnya pamor Lionel Messi bersama Barcelona. Dominasi sang rival di kancah sepakbola eropa sedikit demi sedikit mulai membayangi pemain yang akrab disapa CR7 tersebut. Ditambah lagi momen kepindahannya ke Real Madrid yang membuat rivalitas antara dirinya dengan Messi memanjang menjadi antara Madrid dengan Barca.

Melihat dominasi La Pulga di tanah eropa, kesan arogan yang menempel pada diri Ronaldo pun mulai luntur. Kini sosok Ronaldo kerap dinilai masyarakat sebagai korban atas arogansi Messi buah dari prestasinya bersama Barca.

Sosok Yang Mengejar Kesempurnaan

Passion dan determinasi Cristiano Ronaldo dalam dunia sepakbola terbukti belum ada yang mampu menandinginya hingga saat ini. Bagaimana  tidak, jika kita menoleh ke belakang terhadap perjalanan karirnya, sangat terlihat bahwa sang pemain selalu mengejar kesempurnaan.

Cristiano Ronaldo saat masih berseragam Manchester United

Cristiano Ronaldo saat masih berseragam Manchester United

Sebut saja saat awal karirnya di kancah sepakbola eropa bersama Sporting Lisbon. Ronaldo yang pada saat itu berusia 12 tahun kerap kali menangis lantaran harus tinggal di mess klub, terpisah jauh dari keluarga. Namun keinginannyayang sangat kuat berhasil berbuah manis, Manchester United mengisyaratkan ketertarikan kepadanya.

Penampilan impresif Ronaldo bersama Lisbon diyakini Sir Alex Ferguson dapat memberikan warna baru dalam sepakbola Inggris. Dan ternyata naluri pelatih legendaris United tersebut tidak meleset. Bersama The Red Devils, CR7 berhasil membuktikan magis nya ke seantero Inggris bahkan eropa.

Hingga akhirnya saat ini Ronaldo berseragam Real Madrid, pemain kelahiran Madeira tersebut selalu berhasil membuktikan kepada dunia bahwa dominasi Messi belum cukup untuk menutup sinar yang dipancarkannya. Cristiano kerap dinilai menungguli sang rival dalam berbagai aspek di luar hal sepakbola. Memang saat itu Messi berhasil memenangkan beberapa gelar sebagai yang terbaik, namun Ronaldo berhasil memenangkan hati masyarakat.

Alasan Ronaldo Berhasil Memenangkan Hati Masyarakat

Sedikit menggelitik memang fakta tentang Cristiano Ronaldo yang berhasil menjadi juara di hati masyarakat di tengah dominasi Messi di eropa. Bagaimana tidak, sang pemain seakan tidak terpengaruh atas puja-puji yang membanjiri sang rival dan memilih untuk mendedikasikan dirinya 100% untuk sepakbola.

Senyum bahagia Ronaldo usai berhasil memenangkan trofi Ballon d'Or tahun ini

Senyum bahagia Ronaldo usai berhasil memenangkan trofi Ballon d’Or tahun ini

Tapi selain itu apa saja sebenarnya yang menjadi nilai plus Ronaldo di mata masyarakat? Berikut adalah alasan-alasannya:

Penghasilan di Luar Sepakbola

Di luar gajinya sebagai pemain Los Galacticos, ternyata pemain yang akrab disapa Cristiano ini juga memiliki penghasilan di luar sepakbola. Sebut saja tawaran sebagai bintang iklan baik di media cetak maupun elektronik. Sudah tentu selain menambah popularitas ini juga akan menambah pundi-pundi sang pemain di luar gajinya sebagai punggawa Madrid.

Jiwa Sosial Yang Tinggi

Siapa yang tidak ingat dengan Martunis? Anak laki-laki korban Tsunami Aceh 2006 lalu yang ditemukan selamat dari bencana alam tersebut mengenakan jersey Portugal bernomor punggung 7. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Ronaldo untuk mendarat ke Indonesia untuk menemui sang bocah dan tak segan untuk mengangkatnya sebagai anak asuh. Dan bagaimana nasib Martunis sekarang? Menurut kabar, kini bocah yang telah beranjak remaja tersebut tengah merintis karir di Sporting Lisbon, berharap bisa meneruskan jejak sang ayah angkat.

Prinsip Yang Kuat

Dedikasi pria peraih Ballon d’Or tahun ini dalam dunia sepakbola tidak perlu diragukan lagi. Dan ternyata, pemain tersebut tidak hanya memiliki prinsip yang kuat dalam hal sepakbola. Sebut saja hal kecil seperti prinsip sang pemain yang tidak ingin tubuhnya tersentuh jarum tattoo setitikpun. Alasannya? Tentu saja sang pemain tak ingin tattoo menghalangi kebiasaannya untuk mendonorkan darah. Fakta ini cukup mengejutkan mengingat kesan glamor yang kerap hinggap pada sosok pemain tersebut.

 

Gol Mateo Kovacic membuka pesta gol Real Madrid

Madrid Raih Poin Penuh Saat Jumpa Sociedad

Real Madrid berhasil mencatat hasil sempurna saat menjamu Real Sociedad di markas Los Blancos, Santiago Bernabeu pada dini hari tadi. Kemenangan atas tim tamu tersebut sekaligus menjadi momen bagi Madrid untuk meninggalkan Barcelona di peringkat kedua dengan selisih empat poin.

Mengamuk, Madrid Hajar Real Sociedad 3-0

Real Madrid berhasil mengalahkan Real Sociedad dengan skor fantastis 3-0

Real Madrid berhasil mengalahkan Real Sociedad dengan skor fantastis 3-0

Para punggawa Real Madrid sepertinya tak ingin berlama-lama terlarut dalam kesedihan usai tersingkir dari turnamen Copa del Rey. Madrid yang pada pertengahan pekan lalu harus mengakui keunggulan Celta Vigo, melancarkan ajang pelampiasan kekecewaan mereka dalam laga kontra Real Sociedad dini hari tadi.

Bermain di hadapan ribuan Madridista, skuad asuhan Zinedine Zidane tampil menggebrak sejak awal pertandingan. Namun kegigihan tim tamu dalam melakukan perlawanan cukup membuat El Real kesulitan dalam mencetak angka.

Tuan rumah baru berhasil membuka keunggula saat laga memasuki menit ke 38 leway aksi Mateo Kovacic. Tembakan kerasnya meneruskan umpan Cristiano Ronaldo tidak mampu dibendung penjaga gawang Real Sociedad. Keunggula 1-0 bagi tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, Madrid tidak terlihat memiliki niat untuk mengendurkan serangan. Alhasil Cristiano Ronaldo menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0 saat babak kedua baru berjalan enam menit. Kebalikan dari gol pertama, kali ini Kovacic lah yang menjadi penyumbang assist.

Nasib buruk menimpa tim tamu usai Inigo Martinez melanggar Casemiro pada menit ke-74. Wasit pun menghadiahkan kartu kuning kedua untuk Martinez yang berarti Real Sociedad terpaksa bermain dengan sepuluh orang pemain.

Sepuluh menit menjelang laga bubar, kali ini giliran Alvaro Morata yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol dari Morata sekaligus memastikan pertandingan berakhir dengan skor 3-0 bagi tuan rumah, Real Madrid. Kemenangan ini sekaligus membuat Los Blancos menjauhi sang rival, Barcelona dalam perolehan poin sementara.

Gol Suarez Selamatkan Barcelona

Gol Mateo Kovacic membuka pesta gol Real Madrid

Gol Mateo Kovacic membuka pesta gol Real Madrid

Sementara itu dari kubu rival, Barcelona gagal meraih poin penuh saat berkunjung ke markas Real Betis, Estadio Benito Villamarin. Bermain menekan sepanjang pertandingan, Barca justru seringkali tertekan lewat serangan balik yang dilancarkan tuan rumah.

Real Betis yang bermain di hadapan para pendukungnya seakan mendapat kekuatan ekstra. Berulang kali Dani Ceballos dan Ruben Castro mengancam gawang El Barca yang dijaga oleh Marc-Andre ter Stegen. Magis dari Trio MSN yang diharapkan pun sepertinya juga tidak kunjung terlihat.

Tuan rumah berhasil unggul lebih dulu saat laga menyisakan 15 menit sebelum peluit akhir dibunyikan. Kecerdikan Alex Alegria dalam memanfaatkan kemelut yang terjadi di area bertahan Barca sukses memecah kebuntuan. Gol dari Alegria sempat membuka asa tuan rumah untuk mengandaskan perlawanan Blaugrana.

Namun kegembiraan Real Betis terpaksa terhenti usai gol penyeimbang Luis Suarez tercipta di penghujung laga. Memanfaatkan umpan Lionel Messi, Suarez berhasil menyelamatkan wajah Barca dari kekalahan. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Dan kegagalan Messi dkk. meraih poin penuh sekaligus membuat Blaugrana semakin menjauh dari posisi puncak klasemen La Liga musim ini.

Barcelona kini menduduki posisi runner-up di klasemen sementara La Liga saat ini. Memiliki selisih empat poin, harapan skuad asuhan Luis Enrique semakin menipis mengingat Real Madrid masih memiliki satu laga tersisa dengan selisih 4 poin. Kepemimpinan Luis Enrique musim ini pun semakin dipertanyakan mengingat pada musim ini dominasi Barca dan Messi di kancah sepakbola Eropa juga tergusur oleh popularitas Ronaldo bersama Real Madrid.

Apakah musim 2016-2017 ini memang bukan musimnya Barcelona?